Abstrak

Tanggal 28 januari 2014..

ini merupakan pekan liburan semester.
liburan kali ini tampak berbeda,,sebelum waktu tiba liburan hati begitu nyaman dan tenang serta bahagia menghadapi liburan panjang,,tetapi malapetaka bertiup bersama kenyamanan angin sepoi – sepoi Yang mengiringi langkah menuju kampong halaman,hamper 5 bulan lamanya di tinggal ,,gelegar bak Guntur yang membuat hati gundah,tidak nyaman ,gelisah ntah apalah namanya,,?


liburan di bumbui dengan racikan bumbu yang  hambar,seharusnya aku dapat membaca suasana untuk bertimbal – balik,atau hanya itu introgasi biasa yang tak ada makna selip di balik lembaran kertas,,
hari – hari kini berubah menjadi tingkah yang konyol akibat gambar yang tak berbingkai,tak bermakna,abstrak,,tetapi kayaknya tahu nie lukisan siapa ?.

mungkin terlalu bodohnya diri ini untuk merespon sesuatu hal yang mungkin dapat merubah alur kenikmatan yang bagian dari syair – syair yang tercipta,diri ini seharusnya memiliki banyak kumparan sehingga memiliki daya magnet yang tinggi,bukan sebaliknya yang terjadi sekarang bagaikan magnet yang di pukul,di bakar..

aku memang seorang yang acuh terhadap daun yang hijau,tetapi ada saatnya kita membutuhkan daun untuk membungkus sesuatu yang membuat Adam dan Hawa berjumpa agar mudah di bawa kemana pun akan di bawa,”kata mereka yang menyarankan”
pengharapan di liburan ini,semoga ini menjadi yang terakhir dalam berpetualangan yang aneh ini,butuh selangkah untuk maju,perubahan,berbeda dari yang kemaren disaat masih mekar bersama seragam itu,mungkin jika ini di biarkan akan berdampak kepada penyakit Hepatitis yang dokter bingung untuk memberi resep apa,.?

Kali ini benar – benar malapetaka.Tunas yang yang kuncup di musim kemarau,kemaren mulai  subur,mempunyai semangat untuk tunas heran juga sih,,,!padahal gak di musim hujan,gak di kasih pupuk kompos,dibiarkan begitu aja gersang berkepanjangan,tetapi kok subur bangettt…!,

bahkan melebihi kodrat untuk berkembangan biologis,dan sekarang kayaknya masih aja tetap tumbuh.dan tunggu aja seberapa lama ia akan tetap subur,dan akhirnya layu,atau aku aja yang sok jadi psikolog gadungan..?,karena seharusnya  masuk jurusan psikolog bukan yang sekarang (memangsih terkadang kurang menjiwai saat sekarang)
dan yang membuat up pikiran konyol sok tau sih,,,makanya Tanya,,,